Menyimak Menjadi Salah Satu Keterampilan Berbahasa.
memperbaiki keterampilan menyimak
A. penjelasan singkat tentang menyimak
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menyimak ialah suatu proses kegiatan mendengarkan baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang guna memahami isi informasi. oleh karena itu keterampilan menyimak sangat dibutuhkan oleh setiap orang. keterampilan menyimak merupakan aspek keterampilan berbahasa yang sangat esensial, sebab keterampilan menyimak itu merupakan dasar untuk menguasai suatu bahasa. sistem fonologi suatu bahasa tidak mungkin terjadi tanpa keterampilan menyimak.
B. Tujuan Pokok Menyimak
ada beberapa tujuan menyimak ialah sebagai berikut
1. mendapatkan fakta
sebagian orang mendapatkan informasi itu melalui, siaran radio, televisi, internet, berkomunikasi dengan kawan-kawan, dan menghadiri pertemuan. pada setiap interaksi kita tetap dapat memperoleh fakta lewat menyimak. seorang penyimak yang baik bukan hanya terkenal dimana saja, tetapi juga terkenal kapan saja sebab ia mampu memahami segala sesuatu yagn disimak dengan baik.
2. menganalisis fakta dan gagasan
Proses menafsirkan fakta sampai pada
tingkat unsurnya, secara menaksir sebab terkandung dalam fakta-fakta tersebut
dianalisis secara tetap. Apa yang dikatakan pembicara itu, atau apa kata lain
yang ia simak itu. Diperdengarkanlah kepada penyimak sedertan pikiran, dalam
kaitan ini hendaknya penyimak selalu mempertimbangkan hasil simakan itu dengan
pengetahuan dan pengalaman sendiri, andaikata kita menyimak seseorang yang
berpidato, maka pada umumnya rata-rata orang itu tiap menit akan menggunakan
sekitar 120-150 kata, sedangkan penyimak dapat menggunakan sekitar 300-500 kata
permenit. Dengan adanya perbedaan waktu itu bagi penyimak yang kritis akan
memanfaatkan waktu selisih itu untuk menganalisis ide-ide dan fakta-fakta yang
disimaknya. Dengan pendek dapat dapat disimpulkan meniyimak dapat memberikan
kesempatan untuk menganalisis apa disimak oleh penyimak.
3. mendapatkan inspirasi
Pembicaraan
yang telah berisi inspirasi sangat banyak dalam masyarakat kita, sebab kita
selalu dituntut untuk memecahkan problem-problem untuk keperluan manusia.
Orang-orang professional yagn menghadiri konvensi atau pertemuan lembaga,
lebih-lebih untk memperbaharui semangat mereka kembali daripada untuk
mendapatkan informasi. Suatu konvensi rancangangan pembicaraan untuk
memunculkan semangat atau inspirasi pada paara utusan. Pada organisasi-organisasi
atau gerakan-gerakan besar dalam sejarah ternyata pidato-pidato pringatan dan
pengabdian biasanya berusaha menggali tambahan respek dan para penyimaknya.
Manager perusahaan, direktur organisasi promosi, dan manager setiap usaha besar
sering mengguunakan pidato-pidato yagn bersifat inspratif untuk mempromosikan
program mereka. Banyak pelayan-pelayan keagamaan, rapat umum kepahlawanan, dan
perkumpulan silaturahmi yang dilandasi ole keperluan untuk mendapat inspirasi
dan ilham. Dengan pendek dapat dikatakan inspirasi merupakan alasan yang kuat
pada seseorang untuk menyimak.
4. mengevaluasi fakta dan ide
Jika penyimak setuju atas apa
yang disampaikan, biasanya ia lalu membuat label-label ide pembicaraan tadi
masak-masak sebagai wujud fakta yang akurat. Sebaliknya jika penyimak tidak
setuju, ia lalu berprasangka terhadap pembicaraan atas dasar pertimbangan
ekonomi, politik, filsafat, keadaan social, atau kemungkinan yang lain.
Penyimak boleh saja berprasangka bahwa pembicaraan itu sudah terpengaruh
sebagai seorang propgandis, atau gagasan yang gagasan-gagasan yang disampaikan
itu tidak lain adalah refleksi dari perhatian pribadinya sendiri. Penyimak juga
dapat berprasangka bahwa pembicara itu belum mengadakan evaluasi secara masak
terhadap sasarannya. Pembicara belum memahami secara seksama apa yang ia
katakan, penyimak dapat juga mengambil kesimpulan, misalnya krangka statistic
yang diajukan itu hanya terbatas pada tingak deskriptif saja, belum sampai pada
tingkat pengelolaan, contoh yang diambil adalah refleksi darri kasus yang
sangat ekstrim, objek yang dikemukakan tidak dapat dibandingkan, atau bahkan
wibawa yang ia sebutkan itu terlalu lemah.
Secara pendek disini kita
dapat dikatakan penyimak menyuguhkan pendapat, pertimbangan, pernyataan, serta
evaluasi terhadap fakta dan opini.
5. mendapatkan hiburan
Kita kadang-kadang menyimak
tidak untuk tujuan
lain, melainkan untuk memperoleh kesenangan, untuk santai, dan untuk mempeoleh
hiburan. Kesenangan bagaimanapun ,merupakan kebutuhan dasar hasrat manusia,
suatu usaha untuk melepaskan tekanan dan kejenuhan emosional dalam hubungan
kehidupan sehari-hari (sublimatif). Kita menyimak radio, televise antara
lain sebagai usaha untuk memperoleh hiburan. Kita melihat juga dan menyimak
bioskop, pertunjukan, peristiwa olah raga juga untuk mendapatkan kesenangan,
melepaskan diri dari kejenuhan. Demikian pula kita sering dihibur
oleh banyak kejadian omongan yagn dapat kita simak, misalnya omongan-omongan
dalam jamuan, pertemuan-pertemuan, dan pesta-pesta. Kita memperoleh hiburan dari
manusia-manusia lain, atau menyimak catatan-catatan lucu yang muncul dalam
usaha meyakinkan pembicaraan-pembicaraan informative yang diperdengarkan.
Dengan pendek dapat dikatakan hiburan
merupakan tujuan berharga sehinggan seseorang itu mau menyimak.
6. memperbaiki kemampuan bercakap
Orang yang cerdik dapat
memperbaiki kemampuan bercakap melalui
observasi dengan menyimak pembicaraan-pembicaraan dengan baik. Untuk menyimak
secara efesien ia harus mempunyai rencana terhadap pembicaraan dan
pembicaranya. Rencana itu akan banyak melibatkan aspek-aspek yang telah
dipelajari selama ini, misalnya ia menyesuaikan biacaranya kepada para hadirin,
bagaimana ia menyusun materi serta menggunakan alat-alat pengegas pada
item-item yang dianggap penting, dan yang tidak boleh dilupakan ialah bagaimana
ia melalukan koordinasi dalam memanfaatkan pikiran, jasmani, suara serta bahasa
pada cara-cara berpidato atau cara-cara bercakap yang efektif.
sumber ( google dan bahan ajar keterampilan berbahasa indonesia)
Komentar
Posting Komentar