Prasyarat menyimak yang efisien
A. PRASYARAT
MENYIMAK YANG EFISIEN
Seorang pembicara yang baik
harus tahu prasyarat apa saja yang harus dipenuhi agar sesorang itu dapat
menyimak dengan efisien sehingga komunikasi bisa berlangsung secara lancer.
Factor-faktor yang dapat berpengaruh agar seseorang itu mampu menyimak secara efisien ;bergantung
pada banyak hal, selain pada kualitas pembicaraan yang sungguh-sungguh baik,
pribadi masing-masing juga sangat menentukan. Faktor-faktor tersebut ialah :
sikap penyimak, perhatian penyimak, motivasi penyimak, serta keadaan kondisis
penyimak.
Dengan pendek kata dapat
dikatakan keberhasilan menyimak itu sebagian besar bergantung pada kecekatan
kemaunan menyimak.
1. Menyimak
sangat bergantung pada sikap penyimak
memang bukan factor tunggal
saja yang memperngaruhi keberhasilan menyimak secara efisien, nanmun sikap penyimak
mempunyai pengaruh yang sangat besar , apakah itu sikap objektif ataukah sikap
subjektif.
Menyimak yang efisien menuntut
beberapa sikap, yaitu objektif, tidak berpihak, dan bersikap kooperatif.
Andaikata penyimak itu mepunyai sikap prasangka, pasti ia hanya mendengarkan
fakta-fakta ata pendapat-pendapat yang cocok dengan keyakinannya sendiri.
Orang-orang yang bersifat dogmatis biasanya menyebabkan penyimak-penyimak
menjadi “miskin” mereka biasanya menolak mendengarkan pandangan-pandangan yang
berlawanan disebakan oleh prasangka mereka.
Seseorang
itu mungkin saja objektif pada beberapa pernyataan, tetapi subjektif pada
pernyataan yang lain. Banyak orang sulit memlihara sifat objektifnya, bila
kepentingan mereka dipertaruhkan. Sering-sering sikap politik, ekonomi, sosial
terbentuk pada seseorang dalam kehidupan yang sangat muda sebagai hasil dari
lingkungannya. Kita umumnya tidak senang bila pendapat-pendapat tertentu kita
kita mengalami tantangan dalam wujud pernyataan-pernyataan yang dapat menggangu
kepuasan kita. Oleh karena itu kita sering menolak untuk mendengarkan ide-ide
yang dapat menggoncangkan kepercayaan. Seseorang yang membenci suatu paham
misalnya, umumnya orang akan keberatan mendengarkan paham yang berlawanan
tersebut. Biasanya kita sulit menyampaikan sesuatu bila penyimak telah tahu,
telah dapat meramalkan kira-kira apa yang akan terjadi, sebab penyimak bosan,
tidak tertarik lagi untuk menyimaknya, kita kadang-kadang tertarik mendengarkan
problem-problem permusuhan, keyakinan dan larangan-larangan. Objektifkah kita
terhadap sikap-sikap diatas? Sikap kita mungkin saja dipengaruhi oleh
pengatahuan dan pengalaman-pengalaman kita terhadap masalah yang didiskusikan.
Seseorang yang terdidik biasanya merupakan penyimak yang lebih cerdik, lebih
cekatan dibandingkan dengan orang yang kurang terdidik. Seorang penyimak yang
cerdik akan menghubungkan apa-apa yang diakatakan oleh pembicara dengan
pengetahuan dan pengalaman penyimak itu sendiri. Sebaliknya orang yang sangat
terbatas penyimak jenis ini akan mendapatkan kesulitan dalam menghubungkan
ide-ide pembicara dengan pengertian penyimak sendiri. Akibatnya penyimak ini
akan menghentikan aktivitas menyimaknya atau paling-paling hanya menjadi
“setengah penyimak saja” saja.
Seorang
penyimak yang baik tidak menyetujui atau menolak pembicaraan yang disimak
dengan cepat, tetapi ia akan menyimpannya dengan sikap terbuka,kreatif dan
mengajukan pertanyaan-pertanyaan sampai selesai pembicaraan.
2. Menyimak
bergantung pada perhatian kita
kita akan
bersedia menyimak sesuatu bila ide-ide yang dibicarakan menarik perhatian kita.
Contohnya kita suka sepakbola dan di televisi ada berita bola, tentu saja kita
akan menyimak berita tersebut. Oleh karena itu perhatian dapat dibagi menjadi
bermacam-macam. Yaitu perhatian primer, perhatian sekunder dan perhatian
sesaat.
a. Perhatian
Primer
Kita akan menunjukan adanya perhatian primer apabila ada hubungan antara
gagasan dari pemicara dengan kepentingan kehidupan sehari-hari.
b. Perhatian
Sekunder
orang juga akan menunjukan perhatian sekunder apabila
mendengarkan pembicara memaparkan sesuatu yang berkaitan dengan perhatian
sekunder. Dapat dikatakan tingkat kepentingannya sekunder tidak lebih dari
kepentingan primer.
c. Perhatian
Sesaat
Perhatian sesaat dapat terjadi apabila pembahasan dari pembicara kurang
berhubungan dengan kepentingan kita. Bisa juga perhatian sesaat ini terjadi
karena pusat perhatian kita kurang terfokus pada pembahasan pembicara Karena
perhatian kita teralihkan pada sesuatu yang lain.
3. Menyimak
bergantung pada motivasi
Orang akan menyimak apabila topic dari pembicara itu
berhubungan erat dengan hasrat dan kebutuhan dasar penyimak. Baik kebutuhan
secara biologis maupun secara psikologis, ataupun keduanya. Ada berbagai
motivasi dasar dalam kehidupan manusia yaitu:
a. Motivasi
kelangsungan hidup
Penjagaan kehidupan pribadi boleh dikatakan merupakan
motivasi pendorong yang paling dasar. Manusia berusaha memperbesar hasratnya
untuk mempertahankan diri dengan menambah makanan dan perlindungan demi
kesehatan dan kesenangannya, demi gagasan dan kepentingan dan kepetingan
jasmaninya. Orang-orang mengunci rumah untuk melindungi hak miliknya, orang
berusaha kepengadilan untuk mencari keadilan. Usaha mempertahankan hidup
pribadi merupakan sebuah hukum alam yang sangat kuat. Andaikata pembicara
sanggup menghubungkan hal-hal diatas dengan hasrat dasar untuk mempertahankan
hidup pribadi seperti diatas, orang tentu akan berusaha menyimak dengan
perhatian yang sangat besar.
b. Motivasi
hak milik
hasrat pemilikan pada benda-benda material memainkan
peran penting dalam kehidupan kebanyakan manusia. Pada umumnya kita mempunyai
hasrat untuk memiliki tanah, benda berharga, dan barang milik orang lain yang
dapat menjadi milik kita.
Jika seorang pembicara dapat menunjukan kepada para
penyimaknya bagaimana menambah keuntungan, bagaimana menyimpa uang, atau
bagaimana kita dapat menambah milik pribadi, tentu pembicaraan tadi akan
membuat para penyimak mau menyimak dengan seluruh kemampuan yang ada.
c. Motivasi
kekuasaan
Wibawa dan pengaruh adalah faktor-faktor motivasi yang
kuat pada beberapa orang. Kebanyakan orang ingin memperoleh kedudukan yang
lebih tinggi dibandingkan kedudukannya yang sekarang. Orang punya kecenderungan
untuk meningkatkan kualitas dirinya sendiri sehingga dapat memperkuat
pengaruhnya.
Apabila pembicara mampu menunjukan kepada para penyimak
bagaimana dapat menambah wibawa kita, tentu akan menambah hasrat seseorang
untuk menyimak gagasan dengan tekun.
d. Motivasi
untuk mengaharumkan nama
Hasrat akan kemahsyuran dan pengaguman merupakan motif
yang umum. Mereka dapat melakukan banyak cara untuk meningkatkan reputasi
mereka di masyarakat. Misalnya menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, atau
mengikuti lomba-lomba dan menjadi juara.
e. Motivasi
kasih sayang
Cinta kepada keluarga, teman atau yang lainnya
merupakan suatu dorongan motivasi yang kuat, namun cinta kepada keluarga
mungkin menjadi motivasi yang paling kuat. Standar etika dan rasa hormat kepada
orang lain timbul atas dasar motivasi yang kuat atas adanya perasaan cinta dan
kasih sayang.
f.
Motivasi perasaan atau emosi
Emosi dapat menentukan tumbuhnya kesadaran loyalitas
serta patriotieme pada diri seseorang. Kesadaran loyalitas kita menyebabkan
kita mau memelihara persahabatan dengan orang-orang yang telah mempunyai
kesamaan. Jika pembicara mampu menyerukan timbulnya perasaan demikian akan
menumbuhkan perangsang kepada penyimak untuk bersedia menyimak.
g. Motivasi
cita rasa
Cinta kepada keindahan, petualangan, dan pengalaman baru akan menimbulkan
motivasi dorongan kepada manusia secara sensitif. Tidak semua aktivitas kita
dimotivasi atas dasar pertimbangan, ada juga beberapa hal akan timbul karena
adanya apresiasi dan cita rasa keindahan. Pembicara yang mampu memanfaatkan
cita rasa dan apresiasi keindahan akan motivasi dan rasa pendengarnya untuk
menyimak dengan baik.
4. Keberhasilan
menyimak bergantung pada keadaan emosi
dengan singkat dapat dikatakan keberhasilan menyimak
bergantung pada keadaan emosi penyimak. Ketidakberhasilan menyimak mungkin
terdapat dari gangguan, misalnya keseganan mengahadiri pembicaraan, kurang
tertarik pada measalah pembicaraan atau sikap pada waktu menyimak yang
menimbulkan problem yang bersifat menekan perasaan. Oleh karena itu pembicara
harus latihan dan juga harus memiliki pengalaman agar saat menjelaskan
pernyataan tidak berlawan dengan sikap politik, ekonomi, atau keyakinan sosial
penyimak.
Dengan singkat dapat dikatakan keberhasilan menyimak
bergantung pada beberapa prasyarat ialah
sikap, perhatian, dan keadaan emosi penyimak. Pemahaman akan prasyarat ini akan
membantu pembicara dan penyimak untuk mencapai tingakt menyimak yang baik.
akhirkata:
(pembahasan ini mungkin masih sangat jauh dari kata sempurna karena jadi saya menunggu untuk kritik sarannya. dan juga terima kasih kepada siapa pun yang membuat gagasan tentang menyimak karenanya saya mendapat referensi untuk membuat ini.)
Komentar
Posting Komentar